Kali ini aku akan menulis ini untukmu. Jadi, tolong dengarkan
ini baik-baik.
Aku tahu saat ini kau sedang membaca serpihan kata-kata
sederhana ini. Tapi aku tidak tahu saat membaca ini kau sedang berada di mana,
sebelumnya sedang melakukan apa, dan aku juga tidak tahu untuk yang satu ini: tidak
tahu kau sedang bersama siapa.
Ah, sudahlah. Aku sebelumnya sudah berjanji pada diriku
sendiri, untuk kali ini, aku tidak akan menuliskan hal-hal menyakitkan tentangmu.
Jangan kau kira ini akan sulit bagiku untuk menuliskannya.
Tidak, sama sekali tidak. Karena sebenarnya, kenangan indah
bersamamu jauh lebih banyak membekas di
alam pikirku dibandingkan hal-hal menyakitkan itu. Tidak sulit untuk
menjelaskan betapa aku mengagumi dan mencintaimu--- dulu.
Hei, saat aku menulis ini, aku sedang mendengarkan sebuah
lagu. Aku tahu, kau pasti langsung tahu lagu apa yang kumaksud. Lagu ini
membawaku kembali pada sebuah dunia dimana aku mengenalmu.
"When my world is falling apart, when there’s no light to
break up the dark.. That’s when I look at you.."
Lagu ini menendangku pada rindu yang telah begitu jauh
kubuang. Percuma aku mempertahankan kedua kakiku, meyakinkan diri sendiri bahwa
aku tidak akan berlari kembali menuju rindu itu. Percuma. Percuma, sayang. Aku
tidak yakin aku benar-benar bisa melakukannya. Karena rindu itu juga menarikku
mendekat, seperti magnet berkekuatan besar yang tidak akan bisa kulawan.
Lalu aku menyerah. Karena pada kenyataannya aku benar-benar
merindukanmu.
Aku berpikir dengan memberitahumu tentang hal ini semuanya
akan membaik. Tidak juga. Karena meskipun kau tahu, dan meskipun aku mengenal
rindu ini dengan sangat baik, tidak akan terjadi apa-apa. Kau akan tetap di
sana, membaca ini, dan aku juga tetap di sini, menuliskan ini. Tapi aku tidak ingin
berhenti menyelesaikan tulisan ini. Sebab pengharapanku bahwa kau akan membaca
ini, mendorong jemariku untuk terus melakukannya. Hanya agar kau tahu. Benar,
hanya karena alasan sederhana itu.
Aku memberitahu ini tanpa membawa motif apapun. Sungguh,
hanya agar kau tahu. Jadi tolong dengarkan saja, dan jangan ucapkan apapun. Jangan
ucapkan apapun, atau aku mungkin akan semakin merindukanmu, mungkin akan
kembali mencintaimu, mungkin terpenjara lagi dalam memori indah bersamamu, mungkin
mungkin dan mungkin.
Ya, aku ingat sekali. Kau terlalu sering membawaku pada
kemungkinan-kemungkinan yang bahkan terkadang aku tidak bisa memilih. Karena semua
pilihanku pasti akan jatuh padamu. Aku tahu kau tahu itu. Kau tahu bahwa di
saat aku diajak berkeliling dunia pun, aku hanya akan kembali pada satu titik. Dan
itu dirimu.
Aku hanya sedang berpikir betapa aku beruntung pernah
menjadi bagian penting dalam hidupmu. Seseorang yang selalu kau beritahu kemana
kau akan pergi, seseorang yang menjadi tempatmu berbagi tawa dan air mata,
seseorang yang selalu kau harapkan ada untukmu, tidak peduli sekuat apa dunia
menghalangi. Se-spektakuler itukah? Ya, bagiku hal ini memang seluar biasa itu.
Maaf jika berlebihan. Tapi bukankah jika tidak berlebihan, maka itu bukan
cinta? :)
Kau tahu?
Rindu ini meninggalkan jejak pada setiap jalan yang pernah
kulalui bersamamu, pada setiap tempat yang kudatangi bersamamu.
Rindu ini bahkan memenuhi sekitarku, berputar-putar di bawah
kolong langit, seakan mengatakan padaku betapa pantangnya untuk melupakanmu.
Lalu,
apa aku harus mempertahankan rindu ini?
Kalaupun
aku ingin, aku tidak bisa melakukannya. Karena semua yang terjadi, di luar
kendaliku, sayang. Mempertahankan rindu ini justru akan menyakitiku. Atau mungkin
bisa menyakitimu.
Namun
aku juga tidak bisa segampang itu beranjak dari rindu ini. Tapi aku tidak
menyerah untuk mencoba. Perlahan-lahan.. melepas. Aku tahu akan tiba waktunya di
mana aku benar-benar lupa bagaimana cara merindukanmu.
Aku
harap setelah aku menuliskan ini, rasa rindu ini berangsur-angsur berkurang. Aku
juga berharap dengan mengatakan ini, rasa ini akan semakiiiinnn menghilang.
Aku akan mengatakan ini hanya sekali. Aku tidak akan mengulanginya. Jadi dengarkan
baik-baik:
“Cukup
aku saja yang merindukanmu. Tugasmu hanya tetap berdiri tanpaku.”
Keren Cipta,,, ;) teruslah menulis ...
BalasHapusmakasih ya om ^_^ sippp ;;)
BalasHapusyou're welcome,,, ;)) silahkan berkunjung juga, Cipta.. Hehehe sondroro.blogspot.com
Hapuskatanya ga galau lagi...
BalasHapus:p
:p
hahaha :D lah emang ga galau kan bg? ^_^
Hapus